perkembangan bisnis otomotif di indonesia

PERKEMBANGAN BISNIS OTOMOTIF INDONESIA

Bisnis di Indonesia semakin membuat perekonomian Indonesia semakin berkembang. Salah satu bisnis yang berkembang adalah bisnis otomotif. Saat ini mulai banyak persaingan terjadi pasar otomotif terutama di bidang import. Mungkin karena adanya kesepakatan perdagangan bebas Indonesia pun kena imbasnya. Karena merebka(Cina) banyak menjual barang-barangnya ke Indonesia dengan harga yang murah-murah. Hingga meningkatkan omset untuk Indonesia yang bisa dikatakan cukup tinggi.

Dengan demikian perekonomian Indonesia semakin membaik. Setelah krisis global dunia yang mengakibatkan imbasnya bagi Indonesia. Bahkan bisa lebih menguntungkan Pendapatan Negara. Bisnis ini bukan hanya menguntungkan Negara bahkan para industry otomotif pun dapat keuntungan juga. Karena makin banyaknya barang-barang otomotif yang di impor di Indonesia. Tapi ada juga yang kena dampak yang buruknya.

Salah satunya adalah para produsen otomotif lokal.karena barang- yang diimpor ke Indonesia dijualnya lebih murah sekali dibanding barang-barang otomotif yang dijual oleh para produsen local. Bukan hanya itu saja, karena adanya bea masuk yang dikenakan kepada para produsen sehingga para produsen otomotif local sulit menekan harga jualnya.

Dibanding dengan para produsen luar yang menjual barangnya ke Indonesia. Selain dijual murah, barang-barang mereka pun tidak kena bea masuk.

Hal ini mengakibatkan semakin panas persaingan bisnis otomotif di Indonesia.

JAKARTA (Bisnis.com): PT Ford Motor Indonesia (FMI) akan memacu pasok kendaraan dari Thailand pada kuartal II tahun ini, seiring berakhirnya perselisihan tenaga kerja dan kenaikan produksi secara perlahan di pabrik Ford di negeri Gajah Putih tersebut.

Pasokan kendaraan Ford, khususnya model Ranger dan Everest, untuk pasar domestik telah terganggu sejak akhir tahun lalu, karena aksi mogok karyawan pabrik di Thailand. Akibatnya, suplai mobil merek Amerika Serikat (AS) ini sepanjang kuartal I/2010 menjadi terpuruk dan inden kendaraan menembus 800 unit (posisi akhir Maret).

Presdir FMI Will Angove mengatakan perusahaan memperkirakan pasok mobil Ford akan meningkat mulai April-Mei, mengingat masalah perselisihan tenaga kerja di pabrik Rayong sudah diselesaikan dan produksi kembali meningkat.

“Sampai bulan ini pasokan masih tetap rendah, padahal permintaan mobil Ford saat ini cukup tinggi. Pertengahan April-Mei mendatang diharapkan suplai sudah normal sehingga kami bisa mengejar keterlambatan pengiriman ke tangan pelanggan,” katanya, hari ini.

Angove menegaskan potensi pasar Ford pada bulan ini sebenarnya bisa mencapai 600 unit-700 unit. Namun, suplai yang minim menyebabkan penjualan mobil Ford pada bulan ini diperkirakan hanya 430 unit. Pada Januari, penjualan Ford hanya 269 unit, turun dibandingkan bulan yang sama tahun lalu yang mencapai 367 unit. Demikian pula pada Februari, volume penjualannya hanya 390 unit, anjlok dari 625 unit pada Februari 2009.

“Ya, kami kehilangan momentum pada kuartal I ini karena permintaan dari sektor komersial tengah menanjak, termasuk permintaan model Ranger. Kami akan memacu mulai bulan depan, sehingga target penjualan Ford tahun ini diharapkan tetap tercapai,” kata Direktur Pemasaran FMI Davy Tuilan.

Pada tahun ini, FMI menargetkan penjualan kendaraan menembus 8.000 unit, lebih tinggi dibandingkan dengan patokan penjualan yang dikeluarkan sebelumnya yaitu 6.000 unit. Koreksi naik penjualan ini dilakukan mengingat permintaan produk otomotif yang menguat sepanjang Januari-Februari.

“Kami memantau perkembangan pasar secara bulanan, jadi target penjualan bisa saja bergerak terus. Angka 8.000 unit itu belum termasuk perhitungan penjualan dari model Fiesta yang akan kami keluarkan pertengahan tahun ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Angove menjelaskan apabila menggunakan metode seasonal adjusted running rate/SARR), pasar otomotif nasional pada tahun ini mampu menembus angka 750.000 unit. Sesuai metode tersebut, tren pasar
mobil domestik menguat pada kuartal I dan II, lalu melandai pada periode lebaran dan kembali bergerak naik pada kuartal IV.

“Namun mempertimbangkan banyak faktor, pasar mobil nasional pada tahun ini berada di kisaran 600.000 unit. Pasar mobil Indonesia tahun ini menunjukkan tren positif dan selama dua bulan terakhir, Indonesia meraih peringkat pertama di kawasan Asean,” pungkas Angove. (bisnis.com)

inilah mengapa bisnis di indonesia terutama di bidang otomotif selalu berkembang.

Nama : Dimas dwi primatama

Kelas : 1DA02

NPM : 49210376

JAKARTA: Pasar produk komponen otomotif di Tanah Air diproyeksikan tumbuh 10%-15% hingga akhir tahun ini, seiring dengan bergairahnya pasar otomotif nasional.

Ketua Umum Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor Indonesia (Giamm) Hadi Suryadipraja mengatakan tingkat persaingan di pasar komponen otomotif semakin tinggi terutama dari produk impor, menyusul kesepakatan perdagangan bebas Asean-China (ACFTA).

Menurut dia, banyak produk komponen dari kawasan Asean dan China yang menyerbu Indonesia dengan harga yang lebih murah, baik yang masuk secara resmi maupun ilegal.

“Akibatnya, industri komponen otomotif khususnya di pasar penggantian (after market) hanya mampu tumbuh 10% hingga 15%, tidak setinggi pertumbuhan industri otomotif yang tahun ini diprediksi mencapai 40%,” ujarnya kepada Bisnis di Jakarta, kemarin.

Industri komponen, lanjutnya, mampu menyamai pertumbuhan industri induknya tersebut hanya untuk segmen pasar OEM (original equipment for manufacturers). “Untuk pasar OEM mungkin masih bisa tumbuh 40%, mengikuti pertumbuhan industri otomotif,” tuturnya.

Meski tumbuh relatif tinggi, omzet penjualan di segmen OEM tidak sebesar segmen after market. Produsen komponen lokal lebih banyak memasok produk untuk pasar penggantian.

Menyinggung soal nilai pasar komponen di Tanah Air, Hadi tidak bisa memberikan angka pastinya, dengan alasan banyak anggota Giamm yang tidak memberikan data nilai penjualan.

Menurut Hadi, ACFTA cukup merepotkan industri komponen lokal, mengingat produk impor bisa dijual murah karena bebas bea masuk. Di sisi lain, produsen lokal sulit menekan harga jual karena sebagian bahan baku justru diimpor dari negara non-Asean sehingga terkena bea masuk.

Pusat pelatihan

Sementara itu, PT Robert Bosch, anak perusahaan kelompok Bosch Group-produsen komponen otomotif asal Jerman, kemarin meresmikan pusat pelatihan otomotif di Indonesia yang menelan dana investasi 1,5 juta euro (sekitar Rp 22 miliar).

“Indonesia merupakan pasar yang semakin menarik untuk Bosch, dengan kinerja ekonomi yang baik, serta potensi bisnis yang terus berkembang,” ujar Presiden dan Managing Director Robert Bosch, Pte Ltd untuk wilayah Asia Tenggara, kemarin.

Dengan dibukanya pusat pelatihan itu, dia optimistis Bosch akan mampu memperbesar pangsa pasar sekaligus memperkuat pengenalan merek Bosch di Indonesia.

Direktur Pelaksana PT Robert Bosch Rudy Karimun menambahkan sebagai salah satu pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara, Indonesia telah menjadi tujuan investasi bagi Bosch guna melayani kebutuhan konsumen.

“Training center ini akan memberikan kesempatan bagi para teknisi profesional untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam teknologi otomotif terkini di Tanah Air,” ujar Rudy.

Pusat pelatihan ini akan memberikan layanan purnajual untuk jaringan Bosch Service dan distributornya di Indonesia, dengan menyediakan fasilitas peralatan diagnostic yang lengkap untuk mobil diesel dan bensin.

Bosch menargetkan untuk melatih 2.000 hingga 3.000 tenaga ahli untuk memenuhi kebutuhan dalam menghadapi perkembangan terbaru di industri otomotif.

Kelompok Bosch Jerman tahun lalu membukukan penjualan 38,2 miliar euro, turun dibandingkan perolehan 2008, menyusul hantaman krisis finansial global.

Kawasan Eropa memberikan kontribusi terbesar bagi Bosch yakni 62%, disusul Asia Pasifik 20% dan kawasan Amerika 18%.

Tahun lalu Asia Tenggara memberikan kontribusi penjualan bagi kelompok Bosch sebesar 363 juta euro.

Seiring dengan pulihnya perekonomian global dari hantaman krisis finansial, Bosch memproyeksikan pertumbuhan kinerja seperti kondisi 2008.

Adapun untuk Indonesia, menurut Rudy, Bosch Indonesia mematok target penjualan 40 juta euro hingga akhir tahun ini. Sepanjang Januari-Juli penjualan telah mencapai 20 juta euro.(er)

sumber : bisnis indonesia.com

One response to “perkembangan bisnis otomotif di indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s