perkembangbiakan manusia

A Pertumbuhan dan Perkembangan
Manusia dari Bayi sampai Lanjut Usia
. Perubahan tinggi dan bentuk badan terjadi karena tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan manusia sejak bayi dalam rahim ibu sampai lanjut usia melalui beberapa tahapan berikut ini.:
1. Masa fetus, yaitu sejak terbentuk zigot sampai bayi dalam rahim ibu.
2. Masa balita yaitu sejak bayi lahir sampai anak-anak umur 5 tahun.
3. Masa anak-anak sekitar umur 5 tahun sampai 10 tahun.
4. Masa remaja sekitar umur 10 tahun sampai 17 tahun.
5. Masa dewasa sekitar umur 17 tahun sampai 20 tahun ke atas.
6. Masa tua sekitar umur 50 tahun ke atas.

B Perubahan Fisik Manusia pada Masa Pubertas .

Ciri-ciri pubertas dapat diamati dari perubahan fisik tubuh. Untuk mengetahui perubahan fisik yang terjadi, lakukan kegiatan berikut ini.
Tanda-tanda masa remaja pada laki-laki, antara lain bahu menjadi bidang, tumbuhnya jakun, kumis, dan jambang serta tumbuhnya rambut di ketiak dan betis.
Tanda-tanda pubertas pada perempuan, antara lain pinggul melebar, payudara membesar, dan tumbuhnya rambut di ketiak. Anak-anak gadis tumbuh hampir sempurna pada usia 12-16 tahun meskipun dapat terus tumbuh sedikit sampai usia 20 atau 21 tahun. Untuk anak laki-laki tumbuh hampir sempurna pada usia 12-17 dan 23 atau 25 tahun. Dengan adanya perubahan fisik tersebut, kita harus menjaga kesehatan, antara lain menjaga kebersihan organ perkembangbiakan (organ reproduksi). Untuk menjaganya, mandi sebaiknya dilakukan dua kali sehari. Pada saat mandi, kamu harus membersihkan seluruh bagian tubuh sehingga kebersihan organ perkembangbiakan terjaga. Begitu pula saat buang air kecil. Selain itu, pakaian dalam yang digunakan harus menyerap keringat dan tetap dalam keadaan bersih. Oleh karena itu, pakaian dalam kita harus sering diganti setiap mandi.
C Perkembangbiakan Manusia
Manusia berkembang biak dengan cara melahirkan. Hal ini terjadi karena sel telur dibuahi oleh sperma di dalam rahim ibu. Artinya terjadi pembuahan di dalam tubuh ibu. Jika sel telur dibuahi oleh sperma maka akan terbentuk zigot, kemudian berkembang menjadi embrio (janin). Janin dalam rahim mengalami pertumbuhan dan perkembangan selama ±9 bulan sehingga terbentuk individu yang lengkap. Perhatikan gambar tahapan dan perkembangan janin dalam rahim ibu berikut ini. Apa ciri khas dari setiap tahapan pertumbuhan dan perkembangan tersebut?

Selama dalam rahim, janin mendapatkan makanan dari tubuh ibu melalui tali pusat (plasenta).
Di dalam al Qur’an Allah menurunkan beberapa ayat tentang perkembangan embrio manusia.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ
ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (Al Qur’an, 23:12-14)

Secara bahasa, kata bahasa arab ‘alaqah mempunyai tiga makna: 1. lintah, 2. sesuatu yang menempel/tergantung, dan 3. gumpalan darah.
Makna pertama Jika kita membandingkan sebuah lintah dengan embrio pada fase ‘alaqah, kita akan menemukan kemiripan di antara keduanya, Selain itu, sang embrio pada fase ini memperoleh makanan melalui aliran darah dari ibunya, mirip dengan lintah yang menghisap darah dari makhluk lain.
Makna ke dua dari kata ‘alaqah adalah sesuatu yang menempel/tergantung. di mana embrio pada fase ‘alaqah, menggantung dan menempel pada rahim sang ibu.
Makna ke tiga dari kata ‘alaqah adalah gumpalan darah. Kita dapat melihat bahwa tampilan luar dari embrio dan kantungnya pada saat fase ‘alaqah sangat mirip dengan darah yang menggumpal. Hal ini disebabkan oleh kehadiran darah yang relatif banyak selama fase ini Pun pada fase ini, darah di dalam embrio belum mengalami sirkulasi hingga akhir minggu ke tiga. Dengan demikian, embrio pada fase ini memang mirip gumpalan darah.
Jadi, tiga makna dari kata ‘alaqah secara akurat amat bersesuaian dengan keaadaan embrio pada fase ‘alaqah.

Bagaimana bisa Nabi Muhammad mengetahui semua rincian ini lebih dari 1400 tahun yang lalu? Padahal para ilmuwan baru bisa mengetahui hal tersebut di masa moderen ini dengan bantuan peralatan mutakhir dan mikroskop yang amat kuat? Hamm dan Leeuwenhoek adalah ilmuwan pertama yang mengamati sel sperma manusia (spermatozoa) melalui mikroskop di tahun 1677 (lebih dari 1000 tahun setelah jaman Nabi Muhammad). Mereka berdua secara salah menganggap bahwa sel sperma mengandung manusia mini yang akan tumbuh ketika ia dibenihkan ke dalam kelamin wanita.

Di tahun 1981, dalam Konferensi Kedokteran Ke Tujuh di Dammam, Arab Saudi, Profesor Moore berkata: “Adalah sebuah kehormatan tersendiri bagi saya untuk bisa membantu memperjelas pernyataan Al Qur’an tentang perkembangan manusia. Sangat jelas bagi saya bahwa pernyataan tersebut tentulah sampai kepada Nabi Muhammad dari Allah, karena hampir semua pengetahuan mengenai hal ini baru ditemukan berabad-abad kemudian. Hal ini membuktikan kepada saya bahwa Nabi Muhammad tentulah merupakan Utusan Allah.
Kemudian, Profesor Moore ditanya: “Apakah ini berarti bahwa anda mempercayai Al Qur’an merupakan firman Allah?” Ia menjawab: “Saya tidak keberatan untuk menerima hal tersebut.”

perkembangan manusia pada masa pranatal::
.
MASA PRANATAL
Periode pra kelahiran (pre natal period) mulai pada saat pembuahan (konsepsi) dan berakhir pada saat kelahiran (kira-kira 38 minggu). Selama perkembangan pra kelahiran, manusia mengalami perkembangan yang sangat cepat dalam kehidupannya.
Menurut perspektif Islam, kehidupan manusia telah dimulai pada saat sebelum lahir. Manusia memiliki ruh yang telah hidup sebelum saat kelahirannya di dunia. Ruh manusia ini ditiupkan malaikat untuk masuk ke dalam jasmani manusia pada saat ia dikandung ibunya.
Dalam salah satu ayat Al-Qur’an digambarkan bahwa Allah menempatkan bayi yang lemah pada awal perkembangannya di suatu tempat yang aman dan kokoh.
“Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).” (Q.S. Al-Mukminun [23] : 13)
Bayi dalam perut ibu dapat dikatakan berada dalam tempat yang aman dan kokoh, yang memungkinkan untuk tumbuh dalam keadaan relatif aman dari serangan dunia luar, dengan asupan makanan yang terpenuhi dari ibunya. Yang dimaksud tempat yang aman dan kokoh tadi adalah rahim (uterus). Rahim merupakan ruang kosong yang berotot dan kuat dengan berat sekitar 50 gram. Struktur ini belum cukup untuk seorang bayi yang sedang berkembang. Dengan demikian, struktur rahim akan mengalami perubahan selama kehamilan. Ukuran rahim akan berkembang berangsur-angsur meningkat sampai 1.100 gram pada akhir kehamilan.
Ciri-ciri Periode Pranatal
Periode ini dimulai saat pembuahan dan berakhir pada kelahiran. Kurang lebih membutuhkan waktu 270-280 hari atau 9 bulan.
Periode pranatal mempunyai 6 ciri-ciri penting:
1. Penurunan sekali untuk selamanya sifat-sifat bauran sebagai dasar bagi perkembangan selanjutnya.
2. Kondisi-kondisi yang baik dalam tubuh ibu dapat menunjang perkembangan sifat bawaan ataupun sebaliknya.
3. Jenis kelamin sudah dipastikan pada saat pembuahan.
4. Perkembangan dan pertumbuhan yang normal lebih banyak terjadi selama periode pranatal dibanding periode-periode lain dalam kehidupan individu.
5. Periode pranatal merupakan masa yang mengandung banyak bahaya, baik fisik maupun psikologis.
6. Periode pranatal merupakan saat dimana orang-orang yang berkepentingan membentuk sikap-sikap pada diri individu yang baru diciptakan.

TAHAPAN MASA PRANATAL
Perkembangan prakelahiran umumnya dibagi ke dalam tiga kelompok utama : germinal, embryonis, dan fetal.

Periode Germinal

Tahap germinal atau pra embrionik merupakan awal dari kehidupan manusia. Proses ini dimulai ketika sperma melakukan penetrasi terhadap telur dalam proses pembuahan, yang normalnya terjadi akibat hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan. Pada tahap ini zigot dibentuk.
Zigot terbentuk dari campuran sperma dan sel telur (“tetesan yang bercampur”). Sel telur yang telah dibuahi, atau zigot, bergerak ke bawah tuba falopi menuju rahim. Pergerakan ini membutuhkan waktu selama empat hari. Selama pergerakan ini, zigot yang semula berupa satu sel, melalui proses mitosis membelah menjadi dua sel identik. Pembelahan ini terjadi setiap sekitar 30 jam. Dalam proses pembelahan ini, bayi masih disebut dengan blastocyte (Blastula), yang terdiri dari 100 sel. Bagian luar blastocyte akan menjadi placenta, sedangkan bagian dalam akan menjadi embrio.
Pada minggu kedua, bayi terdiri dari sekitar 150 sel. Placenta mulai terbentuk, bagian dalam sel memadat dan berkembang menjadi tiga lapisan yang disebut piringan embrionik (embryonic disc), yang terdiri dari lapisan ectoderm, mesoderm, dan endoderm. Dalam proses diferensiasi, sel pada masing-masing lapisan berkembang menjadi jaringan dan organ tubuh. Sel dari lapisan terluar (ectoderm atau ectoblast) membentuk otak, tulang belakang, indera peraba, dan lensa mata. Juga lapisan epidermis (enamel gigi, kulit, rambut, kuku). Lapisan paling dalam, disebut endoderm (endoblast), nantinya akan berkembang menjadi sistem pernafasan dan pencernaan, juga berbagai kelenjar seperti pankreas, hati, thyroid, dan thymus. Diantara kedua lapisan tersebut terdapat lapisan tengah atau mesoderm. Lapisan ini akan menjadi tulang dan cartilage, sistem buah pelir dan genitalia dan juga bagian luar akan menutupi organ internal.

Periode Embrionis

Tahap kedua, yang disebut tahap embrio, berlangsung lima setengah minggu. Tahap embrio mulai ketika zigot telah tertanam dengan baik pada dinding rahim. Dalam tahap ini, sistem dan organ dasar bayi mulai terbentuk dari susunan sel. Meskipun bentuk luar masih jauh berbeda dibandingkan manusia dewasa, beberapa bentuk seperti mata dan tangan, bahkan telinga dan kaki mulai dapat dikenali.
Al-Qur’an juga telah membahas proses perkembangan embriologis tahap demi tahap pada periode ini. Menurut Al-Qur’an tetesan (nutfah) kemudian akan berkembang menjadi alaqah, seperti berikut ini :
“Kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan.” (Q.S. Al-Qiyamah [75] : 38-39)
Seperti lintah menghisap darah ke kulit, kluster sel (embrio) manusia menghisap darah dari dinding rahim (endometrium) yang mengalami kehamilan. Tak terhitung banyaknya embrio yang berusia 23-24 hari bertindak seperti lintah semula. Embrio pada tahap ini hanya dapat terlihat dengan bantuan mikroskop. Setelah itu, baru pada awal minggu keempat, embrio dapat dilihat oleh mata telanjang.
Sel throphoblast pada lapisan luar kluster sel melakukan sekresi enzim yang disebut hyaluronidase. Enzim ini akan menghancurkan lapisan asam (hyaluronic acid) pada jaringan dinding rahim. Sel throphoblast juga bertanggung-jawab dalam membentuk placenta sebagai penyangga antara embrio dan darah ibu. Diantara placenta dan bayi terdapat tiga pembuluh darah yang dalam perkembangannya akan menjadi mirip tali panjang yang disebut tali pusar (umbilical cord). Salah satu pembuluh ini disebut umbilical vein yang berfungsi untuk mengangkut darah yang berisi sari makanan dan oksigen dari placenta kepada bayi. Dua saluran lain disebut umbilical arteri yang bermanfaat untuk melakukan transportasi darah yang berisi karbondioksida dan pembuangan yang dihasilkan oleh makanan dari bayi ke placenta.
Pada awal minggu ketiga, embrio manusia terlihat seperti “segumpal daging” yang terbungkus, yang terus melakukan pembelahan untuk perkembangan selanjutnya. Pada akhir minggu keempat, mulai terlihat perluasan yang mirip cetakan gigi, yang nantinya akan berkembang menjadi organ dan anggota tubuh yang lengkap. Jika kita mengikuti perkembangan embrio, kita akan menemukan setelah empat minggu, proses diferensiasi mulai terjadi dimana sekelompok sel di dalam embrio mengubah dirinya menjadi bentuk organ tertentu yang lebih besar. Salah satu struktur awal yang terbentuk dalam tahap ini adalah cartilaginous yang merupakan dasar tulang kerangka manusia (dalam beberapa bulan kemudian cartilage mengeras dan menguat). Ini kemudian diikuti dengan munculnya cikal bakal organ lain, termasuk otot, telinga, mata, ginjal, jantung, dan lain-lain.
Periode embrio biasanya dianggap sebagai waktu yang kritis karena bentuk fisik yang saat itu berkembang pesat dapat terganggu oleh kondisi yang kurang baik dalam lingkungan prenatal.

Periode Fetal

Memasuki tahap ketiga dari kehamilan, embrio disebut fetus. Tahap ini berlangsung sekitar 30 minggu, mulai dari minggu ke delapan kehamilan dan berakhir sampai saat lahir. Dalam tahap ini, wajah, tangan, dan kaki fetus mulai terlihat berbeda dan fetus tampak dalam bentuk manusia. Selain itu, otak juga telah terbentuk, dan mulai menjadi lebih kompleks dalam beberapa bulan.
Pada minggu awal perkembangan tahap fetal ini, kebanyakan organ dan jaringan utama telah dibentuk. Bentuk wajah telah terbentuk dengan baik. Lobang telinga mulai terbentuk. Perkembangan mata juga terlihat hampir penuh, meski selaput mata masih tertutup dan tidak akan terbuka sampai minggu ke-28. Tangan, lengan, kaki, paha dan jari jemari telah terbentuk penuh. Fetus dapat membentuk tinju dari jari-jemarinya. Kuku mulai terbentuk dan bakal gigi mulai berkembang pada daging mulut, jantung telah hampir berkembang penuh, dan detak jantung telah dapat didengar dengan mesin Doppler. Sel darah merah mulai diproduksi dalam hati. Testosterone (hormon seks laki-laki) telah diproduksi pada testes fetus laki-laki.
Baru pada trimester kedua (minggu ke 13-16), otak telah bekrembang penuh. Fetus dapat menghisap, mengunyah, dan membuat suara nafas yang belum teratur. Fetus juga sudah dapat merasakan sakit. Kulit fetal masih transparan. Jaringan otot memanjang dan tulang semakin kuat. Hati dan organ lain memproduksi cairan yang dibutuhkan. Alis dan garis mata muncul. Fetus sangat aktif bergerak, termasuk menendang bahkan jungkir balik.
Pada minggu ke dua puluh, gerakan bayi biasanya telah dapat dirasakan pada perut ibu. Kuku tangan dan jari kaki telah muncul. Lanugo, bulu halus pada bayi menutup seluruh tubuh. Fetus dapat mendengar dan mengenali suara ibu. Alat kelamin dapat dilihat dengan menggunakan ultrasound.
Pada trimester ketiga zat lilin pelindung yang disebut vernix menutupi kulit. Pada kelahiran, vernix umumnya akan hilang dan sisanya akan dengan cepat diesrap. Fetus telah memulai refleks terkejut pada tangannya. Sidik jari pada kaki dan tangan mulai terbentuk. Fetus mulai berlatih pernafasan dengan menghirup cairan amniotic pada paru-parunya yang sedang berkembang.
Pada minggu ke-25 sampai 28 perkembangan otak yang cepat terjadi dan sistem saraf mampu mengontrol fungsi tubuh. Kelopak mata fetus dapat membuka dan menutup. Pada minggu ke-29 sampai 32, terdapat pertambahan jumlah lemak pada tubuh fetus. Ritme pernafasan telah terjadi, namun paru-paru belum matang. Fetus tidur 90-95% tiap harinya.
Pada sekitar minggu ke-38 atau ke-40, fetus telah cukup umur. Lanugo mulai hilang kecuali pada lengan atas dan bahu. Rambut bayi pada saat itu mulai menebal. Paru-paru sudah matang. Berat rata-rata bayi pada saat kelahiran sekitar 2,5 – 3,5 kg. Pada waktu lahir placenta yang melekat pada rahim dan umbilical cord akan dipotong begitu pertama kali bayi bernafas dari udara. Pernafasan akan memicu jantung dan arteri bekerja menekan darah melalui paru-paru.
Menurut perspektif Islam, suratan takdir juga telah mulai ditentukan pada saat manusia masih dalam proses kehamilan. Hadits menggambarkan bahwa Allah mengutus malaikat untuk mengurus perkembangan embronik disertai dengan penyuratan takdir Allah terhadap embrio tersebut. Misalnya :
“Allah mewakilkan suatu malaikat pada rahim. Lantas malaikat itu berkata, “Wahai Tuhanku, apakah nutfah ini (berkembang) ? Wahai Tuhanku, apakah alaqah ini (berkembang) ? Wahai Tuhanku, apakah mudghah ini (berkembang) ? Apabila Allah menghendaki penciptaan embrio itu, maka malaikat kembali berkata, “Wahai Tuhanku, apakah laki-laki atau perempuan ? Sebagai orang celaka atau bahagia ? Dan kapan ajalnya tiba ?” Lantas semua ketentuan itu akan ditulis sejak di dalam perut ibunya.” (HR. Bukhari)

Teratologi dan Bahaya Perkembangan Prakelahiran

Teratogen (berasal dari bahasa yunani yang berarti ‘monster’) ialah setiap unsur yang menyebabkan adanya suatu kelainan kelahiran.
Walaupun banyak yang belum diketahui tentang teratogen, para ilmuan telah menemukan ciri – ciri dari bagian ini terhadap perkembangan prakelahiran dan pada titik penting perkembangan fetal dimana bahaya tersebut mengakibatkan kerusakan terbesar (Little, 1992).

Penyakit dan Kondisi Ibu
Penyakit atau infeksi yang terjadi pada ibu hamil dapat mengakibatkan kelainan. Penyakit dan infeksi dapat pula menyebabkan kerusakan selama proses kelahiran itu sendiri.
Banyak penyakit yang disebabkan oleh kondisi ibunya, seperti rubella, Sifilis, Genital herpes. Pentingnya kesehatan perempuan bagi kesehatan keturunan mereka dengan sangat jelas tampak ketika ibu yang menderita sindrom kehilangan kekebalan tubuh (AIDS).
AIDS adalah penyebab utama kematian peringkat 8 di kalalangam anak usia 1 hingga 4 tahun pada tahun 1989. Ada 3 cara seorang ibu yang menderita AIDS dapat meninfeksi anaknya :
1. Selama hamil melaui ari-ari.
2. Selama melahirkan, melalui kontak dengan darah atau cairan ibu.
3. Setelah melahirkan, melalui air susu.
Usia Ibu
Bila usia ibu dianggap sebagai faktor yang mungkin membahayakan pada janin dan bayi, dua periode waktu yang amat penting untuk diperhatikan ialah : masa remaja dan pada usia 30-an ke atas. Bayi yang oleh ibu remaja sering prematur, angka kematiannya dua kali lebih banyak dibanding yang dilahirkan dari ibu yang berusi 20-an. Bayi yang mengalami down syndrome jarang dilahirkan oleh ibu yang berusia dibawah 30 tahun, tetapi resiko bertambah setelah ibu mencapai usia 30 tahun keatas.
Ketidaknormalan pada Gen dan Kromosom
Phenylketonuria, ialah suatu kelainan genetik yang menyebabkan individu tidak dapat secara sempurna memetabolismekan protein. Kelainan ini mudah dideteksi, tetapi kalau tetap tidak tersembuhkan, dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan hiperaktif.
Down syndrome merupakan bentuk keterbelakangan mental yang secara genetis paling umum diturunkan, disebabkan oleh munculnya suatu kromosom tambahan (ke-47).
Klinefelter syndrome, ialah suatu kelainan genetis di mana laki – laki memiliki kromosom X ekstra atau tambahan yang menyebabkan susunan kromosomnya menjadi XXY sebagai ganti XY.
XYY syndrome ialah suatu kelainan genetis di mana laki – laki memiliki satu kromosom Y ekstra. Minat awal pada sindrom ini melibatkan keyakinan bahwa kromosom Y yang ditemukan pada laki – laki menyumbang sifat agresif an kekerasan.
Turner syndrome ialah suatu kelainan genetis dimana perempuan kehilangan satu kromosom X, yang menyebabkan susunan kromosomnya menjadi XO sebagai ganti XX.

1). Bahaya Fisik yang Umum Selama Periode Pranatal :
Periode Zigot

Kelaparan
Zigot akan mati karena kelaparan apabila hanya sedikit sekali kuning telur yang dapat mempertahankan kehidupannya sampai zigot itu dapat menyangkutkan diri pada dinding uterine atau bila zigot terlalu lama tinggal di dalam tuba.
Kekurangan Persiapan Uterine
Implantasi tidak dapat terjadi bila pada waktunya dinding uterine belum siap menerima zigot karena adanya ketidakseimbangan kelenjar.
Implantasi di tempat yang Salah
Kalau zigot menjadi terikat pada jaringan fibroid yang kecil di dalam dinding uterine atau pada dinding tuba fallopi, zigot tidak mendapat makanan dan akan mati.

Periode Embrio
Keguguran jatuh, kejutan emosi, kekurangan gizi, gangguan-gangguan kelenjar, kekurangan vitamin dan penyakit-penyakit berbahaya seperti pneumonia dan diabetes, dapat menyebabkan embrio keluar dari tempatnya di dalam dinding uterine, yang mengakibatkan keguguran. Keguguran yang disebabkan karena kondisi yang kurang baik pada masa prenatal cenderung terjadi antara minggu kesepuluh dan kesebelas setelah pembuahan.
Ketidakteraturan Perkembangan
Malnutrisi ibu, kekurangan vitamin dan kelenjar, penggunaan obat-obatan, alcohol dan temabakau yang berlebihan dan penyakit seperti disbetes dan cacar jerman, mengganggu perkembangan yang normal, khususnya otak embrio.

Periode Janin Keguguran
Keguguran selalu mungkin terjadi sampai kehamilan bulan kelima, waktu yang paling peka adalah periode datangnya haid secara normal.
Prematur Janin yang beratnya kurang dari 2 pon 3 ons mempunyai kesempatan hidup yang lebih kecil daripada janin-janin yang lebih besar untuk mengalami perkembangan salah bentuk.
Komplikasi Pada Saat Melahirkan Tekanan yang dialami ibu mempengaruhi kontruksi uterine dan cenderung mengakibatkan komplikasi dalam melahirkan.
Ketidakteraturan Perkembangan
Setiap kondisi yang tidak baik selama periode embrio akan mempengaruhi perkembangan anggota-anggota tubuh janin dan memperlambat seluruh pola perkembangan janin.

2). Bahaya Psikologis
a) Kepecayaan Tradisional

Yaitu kekecewaan orang tua dalam menerima ramalan jenis kelamin anak yang belum lahir (melalui tes amniocentesis) tidak sesuai dengan keinginannya. Hal ini mengakibatkan rasa bersalah pada wanita (ibu) sehingga berpengaruh pada;
Abnormalitas dimana tingkat perkembangan mental tidak memungkinkan untuk mengadakan kesan ibu.
Tidak terdapat hubungan saraf langsung antara ibu dan embrio.
Tidak ada saraf di dalam tali pusar, sehingga pikiran, perasaan, dan emosi ibu tidak dapat secara langsung mempengaruhi embrio.
Rasa kebencian ayah (laki-laki) terhadap ibu menambah rasa bersalah ibu dan kecenderungan ibu untuk sangat melindungi anak sebagai salah satu bentu kopensasi terhadap rasa bersalah yang terhadap anggapan kesalahannya. Semakin besar rasa cemas dan rasa bersalah ibu mengakibatkan semakin besar cacat anak yang disebabkan oleh ketidakteraturan perkembangan, perasan dan sikap itu semakin menjadi kurang menyenangkan.
b) Tekanan yang Dialami Ibu
Yaitu keadaan emosi yang meninggi sehingga selama beberapa waktu. tekanan dapat disebabkan karena rasa takut, marah, sedih atau iri hati, ataupun karena belum siapnya ibu untuk menghadapi kelahiran anak karena adanya tekanan ekonomi, perkawinan yang bermasalah, keluarga yang tidak menghendaki, dan lain-lain.
c) Sikap yang kurang menyenangkan di pihak orang-orang yang berarti
Bahaya psikologis umum ketiga selam periode prantal adalah sikap yang kurang menyenangkan dari orang-orang yang berarti dalam kehidupan anak dalm banyak hal bahaya ini merupakan efek yang paling serius dan paling mendalam, karena sekali sikap berkembang maka sikap itu cenderung mapan dan hanya ada sedikit sekali perubahan atau modifikasi, sikap yang umum dan serius tercantum se bagai berikut;
• anak tidak diinginkan.
• tidak menghendaki anak pada saat ini.
• lebih menyukai anak dengan jenis kelamin tertentu.
• konsep anak impian.
• tidak menginginkan anak-anak kembar.
• menginginkan pengguguran / aborsi.
• penghinaan terhadap anak.
d)Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Kehamilan
Lingkungan dapat mempengaruhi kondisi kehamilan. Al-Qur’an menyatakan bahwa faktor eksternal merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi proses kehamilan. Hal itu terlihat dari ayat yang menceritakan gugurnya seluruh kandungan dalam rahim ibu, karena kegoncangan yang sangat dahsyat yang dialami pada hari kiamat, yang merupakan faktor eksternal. Dalam ayat berikut dinyatakan :
“(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.” (Q.S. Al-Hajj [22] : 2)

Berbagai faktor eksternal tidak hanya dapat mendatangkan keguguran, namun juga ketidaksempurnaan dari bayi yang dikandung ibu. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa faktor eksternal atau lingkungan dapat mempengaruhi perkembangan pra kelahiran dan proses kelahiran, meskipun pada saat ini, sekitar 95% bayi lahir normal. Agen eksternal yang dapat mempengaruhi ini disebut dengan teratogen. Teratogen adalah segala virus, obat-obatan, zat kimia, radiasi atau agen lingkungan lain yang dapat membahayakan perkembangan embrio atau fetus hingga menyebabkan kerusakan fisik, retardasi pertumbuhan yang parah, kebutaan, kerusakan otak, dan bahkan kematian.
Pengaruh lingkungan menjadi lebih kuat pada periode sensitif. Masing-masing pertumbuhan sistem organ atau anggota tubuh memiliki periode sensitif yang rentan terhadap pengaruh lingkungan. Pada masa perkembangan tahap embrio (kira-kira 3-8 minggu), tubuh sedang dalam proses pembentukan yang cepat. Di luar periode sensitif pengaruh lingkungan lebih kuat untuk menghasilkan kerusakan pada bayi. Kerusakan yang sama dapat disebabkan oleh teratogen yang berbeda-beda. Semakin lama pemaparan teratogen, semakin serius bahaya yang dihasilkan. Selain teratogen, kondisi emosional ibu, asupan gizi ibu dan usia ibu juga dapat mempengaruhi kehamilan.

sumber makalah :

ciciet.tumblr.com/post/510168728/perkembangan-manusia-pada-masa-pranatal

Sumber Tanbihun.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s