PANCASILA DENGAN BANGSA DAN NEGARA

I. PENDAHULUAN

Indonesia merupakan sebuah Negara yang memiliki banyak historisnya. Berawal dari kerajaan-kerajaan yang megah dan kuat. Dan penuh dengan budaya kerajaan masing-masing. Indonesia sangat kaya akan potensinya sebagai bangsa yang maju. Dikatakan bahwa Indonesia merupakan bagian dari negeri Atlantis yang hilang. Negeri atlantis yang diceritakan oleh Plato itu dikatakan sangat maju kebudayaannya pada saat itu. Hal inilah mengapa bangsa-bangsa di dunia sangat ingin mengeksploitasi bangsa Indonesia mulai dari kekayaan alamnya hingga bangsanya itu sendiri. Inilah yang membuat kita khawatir tentang keadaan seperti itu. Sehingga para kita harus memiliki kemampuan agar tidak mudah dipengaruh dengan mudahnya oleh bangsa lain yang ingin ‘menjajah kembali’ negeri tercinta kita ini. ^__^

II. SEJARAH

Semangat kita akan mempertahankan negeri Indonesia telah dipraktekkan oleh pejuang-pejuang bangsa kita dahulu. Berawal dari gerakan Budi Utomo yang prihatin karna melihat Indonesia telah lama dijajah oleh bangsa asing. Dan karena itulah terciptalah pergerakan nasionalisme untuk pertama kalinya. Kemudian setelah mereka, berbagai di daerah daerah di seluruh Indonesia melakukan pergolakan secara menyeluruh dalam melawan para penjajah. Mereka merasa sudah waktunya untuk melakukan pergolakan terhadap penjajah. Banyak yang menjadi korban yang tak terhitung jumlahnya akibat pertempuran mereka melawan para penjajah. Mereka menjadi pahlawan dan menjadi motivator untuk para pahlawan selanjutnya untuk menciptakan kemerdekaan Indonesia. Sehingga puncaknya adalah proklamasi untuk Negara Indonesia disiarkan ke seluruh penjuru Indonesia bahwa Negara Indonesia menjadi Negara merdeka dari segala penjajah manapun.

III. PERKEMBANGAN PANCASILA SEBAGAI YANG DIPERJUANGKLAN OLEH PARA PAHLAWAN
Kemerdekaan yang dicetuskan oleh Ir. Soekarno dan Moh. Hatta idlakukan setelah merancang Pancasila. Pancasila yang dirumuskan oleh BPUPKI itu telah menjadi dasar Negara hingga kini. Pancasila merupakan suatu naskah hasil jerih payah para pahlawan bangsa. Pancasila dibentuk karena kepercayaan suatu masyarakat Indonesia saat masih dijajah bahwa mereka suatu saat bisa menjadi Negara merdeka. Mereka yang percaya akan hal itu melakukan revolusi penentang kepada penjajah dengan melakukan perlawanan perang. Yang berakhir banyak korban jiwa untuk membentuk pancasila. Pancasila semakin perkembangan jaman semakin fungsinya tidak mengikat bangsa Indonesia. Ada beberapa fenomena yang menyebabkan Pancasila hampir hilang di masyarakat.

Yang pertama adalah Dalam berpraktek politik kenegaraan, yang menonjol kini adalah aktualisasi
ideologi-ideologi-aliran/ideologi-ideologi-partisan yang ditunjukan oleh pribadi-pribadi,
partai-partai politik, ormas-ormas, daerah-daerah, dan lain sebagainya.
Mereka cenderung mendahulukan kepentingan pribadi, kelompok, golongan, atau
daerah daripada kepentingan bangsa dan negara untuk bersama-sama mengatasi
krisis bangsa yang multidimensional.

Yang kedua adalah Dalam berpraktek ekonomi nasional, yang menonjol kini adalah aktualisasi jualbeli
uang, lobi bisnis politik-uang, perebutan jabatan publik ekonomis, dan lain
sebagainya yang ditunjukan oleh para konglomerat, para pialang saham (baik
pemain domestik maupun internasional), para politisi/partisan partai politik, atau
yang lainnya yang seringkali mengabaikan kepentingan yang lebih luas, lebih
besar, dan lebih jauh ke depan untuk kepentingan bangsa dan negara.

Lalu bagaimana cara mengatasi dari kedua fenomena tersebut? Secara ideologis, jawabannya adalah dengan cara reinterpretasi dan
reaktualisasi nilai-nilai Pancasila. Agar reinterpretasi dan reaktualisasi Pancasila itu
tepat yang pada akhirnya akan dapat memahami UUD 1945 secara benar,
diperlukan pemahaman Pancasila:
1. Yang dilatarbelakangi oleh pengetahuan empiris dan objektif dari sejarah nilai-nilai
budaya bangsa Indonesia
sejak budaya suku-suku asli sampai dengan saat-saat
menjelang tanggal 18 Agustus 1945 ketika Pancasila disahkan oleh PPKI. Hal Inilah yang diperlukan untuk lebih meyakini bahwa Pancasila itu milik bangsa Indonesia
sejak dahulu kala; yang lahir dan berkembang di dalam sejarah manusia dan
bangsa Indonesia.
2. Yang perlu diingat kembali kepada bangsa Indonesia adalah bahwa ideologi Pancasila itu berguna dalam menjawab dan
mengatasi permasalahan bangsa Indonesia di masa kini dan mendatang
, yaitu
terutama permasalahan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan, yang
tidak terjawab oleh masing-masing agama di Indonesia, yang tidak
terjangkau oleh masing-masing
budaya lokal, oleh ideologi-ideologi partisan di Indonesia, atau oleh ideologi-ideologi
global di dunia, yang tidak terakomodasi oleh ilmu pengetahuan dan
teknologi, yang tidak terpikirkan oleh ilmuwan/pemimpin/ tokoh bangsa di
Indonesia, dan yang belum teralami oleh hidup manusia/masyarakat
Indonesia.

Yang ketiga adalah Yang sedang ditantang oleh globalisasi ilmu pengetahuan dan informasi,
liberalisasi ekonomi/perdagangan, globalisasi politik dan hukum/HAM yang
liberal (west-vision), standardisasi kualitas lingkungan hidup (yang ramah
lingkungan) global, dan seterusnya.

perlu dipertegas kembali bahwa kini tidak bisa lagi memahami Pancasila dan UUD 1945 secara
mengabaikan nilai-nilai budaya asli bangsa Indonesia, berpikir dan bersikap eksklusif
seakan-akan pihak dirinya yang paling benar, dan menutup diri dari pengaruh
globalisasi.

IV. Masa Depan Bagi Pancasila
Kedepannya rakyat Indonesia kelihatannya akan sulit berkembang di era globalisasi disaat beberapa Negara melakukan perombakan terhadap ideology yang mereka anut. Mungkinkah Indonesia akan melakukan hal yang sama terhadap Pancasila? Jawabannya adalah “JANGAN”. Pancasila merupakan hasil jerih payah para pendiri Negara dalam memerdekakan Negara dan bangsa Indonesia. Berbagai kebijakan yang dikeluarkan dan dipaksakan oleh rezim yang memerintah negeri ini di masa lalu dalam memperlakukan Pancasila ternyata memang memberikan kontribusi terhadap resisten-nya Pancasila pasca reformasi. Pancasila dicemari karena kebijakan rezim yang hanya menjadikan Pancasila sebagai alat politik untuk mempertahankan status quo kekuasaannya. Dominasi dan hegemonisasi interpretasi dan pemahaman Pancasila yang dilakukan meninggalkan benih resistensi itu. Apalagi ketika Pancasila dipaksakan sebagai asas tunggal bukan dimaknai sebagai atau coba dihayati dengan arif sebagai asas bersama. Model-model seragamisasi itu amat menyakitkan, sehingga ketika terjadi keterbukaan sosial-politik yang selama ini dikekang, membuat euphoria itu muncul tak terkontrol dan menafikan Pancasila, karena selama ini Pancasila tidak ditanamkan melalui proses pencerahan fajar budi dan pembelajaran-penyadaran tapi lewat uniformitas dan represifitas itu tadi. Euphoria ini, memberikan peluang bagi penerimaan atas ideologi lain, khususnya yang berbasiskan agama dan sektarianisme lainnya. Pancasila jadinya cenderung tidak laku menjadi common platform dalam kehidupan politik. Hal ini kemudian diperparah dengan arus sektarianisme dan primordialisme yang meningkat menuju local-nationalism yang bisa menggiring kearah ethno-nationalism, seiring desentralisasi.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan Pancasila. Pemaknaannya yang keliru selama ini. Adalah buah dari kebijakan dan bukan sesuatu yang melekat, karena nilai-nilai Pancasila sendiri adalah sesuatu yang universal, yang pada dasarnya merupakan penjelmaan dari suara nurani tentang kewajiban ber-Tuhan sebagai sesuatu hak yang paling asasi, penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, indahnya kebersamaan dengan persatuan, menghargai dan mendahulukan atau pro-kerakyatan dan hikmah serta mendeklarasikan pula penghargaan, penghormatan dan perjuangan untuk keadilan yang egalitarian. Nilai-nilai seperti ini sangat berharga untuk membangun suatu komunitas sosial bersama.
sebenarnya sih tidak ada yang salah dengan Pancasila. Pemaknaan yang keliru selama ini adalah buah kebijakan dan bukan sesuatu yang melekat, karena nilai-nilai Pancasila sendiri adalah sesuatu yang universal, yang pada dasarnya merupakan penjelmaan dari suara nurani tentang kewajiban ber-Tuhan sebagai sesuatu hak yang paling asasi, penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, indahnya kebersamaan dengan persatuan, menghargai dan mendahulukan atau pro-kerakyatan dan hikmah serta mendeklarasikan pula penghargaan, penghormatan dan perjuangan untuk keadilan yang egalitarian. Nilai-nilai seperti ini sangat berharga untuk membangun suatu komunitas sosial bersama.
So, bergegaslah mengubah bangsa Ini dengan dasar-dasar nilai Pancasila. Jangan mudah digoyahkan dengan kejadian-kejadian di dunia yang mana terjadi revolusi dalam ideology mereka. INGAT bahwa Pancasila hasil keringat dan darah para pahlawan Indonesia. Selesaikan segala permasalahan-permasalahan bangsa kita ini dengan nilai-nilai Pancasila. Majulah wahai pemuda-pemuda bangsa. Buktikan pada dunia bahwa Pancasila merupakan ideologi yang tidak kalah kuatnya dengan ideologi-ideologi bangsa lain. Perjuangkan Pancasila dan terapkan nilai-nilai Pancasila mulai dari diri sendiri dan juga sebarkan nilai-nilai pancasila mulai dari lingkungan sekitar kita dahulu barulah ke seluruh pelosok Indonesia. MAJU BANGSAKU MAJULAH IDEOLOGIKU PANCASILA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s