Perkembangan UKM di Indonesia Bag. 3

ASSALAMUALAIKUM WR.WB hai temans… kali ini, saya akan melanjutkan penulisan lanjutan saya dari yang sebelumnya “perkembangan UKM di Indonesia Bag.” setelah kita mengetahui apa itu UKM pada bagian pertama. dan mengetahui apa-apa saja hambatan UKM di Indonesia pada bagian ketiga, kali ini, akan saya lanjutkan pada bagian ketiga ini “bagaimana solusi dari hambatan UKM di Indonesia.” mohon dibaca ya.. (n__n)

                             Solusi dari hambatan perkembangan UKM

 

Di Indonesia, jumlah UKM hingga 2005 mencapai 42,4 juta unit lebih. Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, di masing-masing Provinsi atau Kabupaten/Kota. Untuk menunjang kegiatan produksi UKM-UKM di Indonesia, pemerintah juga memberikan kemudahan bagi pemilik UMKM dalam mengatasi masalah modal. Pemerintah menyalurkan kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM) di sejumlah wilayah di Tanah Air melaui beberapa Bank yang ada di Indonesia. Dari tahun ke tahun, jumlah modal yang diberikan kepada parapemilik UMKM semakin meningkat.UMKM kita memang telah jauh tertinggal dibandingkan dengan sektor  usaha lainnya di Indonesia. Karena itu mereka perlu diberi semacam insentif penurunan suku bunga serta kemudahkan akses. Meskipun UMKM  kita jauh tertinggal dibandingkan dengan sektor usaha lainnya, namun UMKM tetap menjadi penggerak pertumbuhan. Oleh karena itu perbankan memandang sektor ini secara positif dengan tetap menjalankan kebijakan ekspansi, apalagi Indonesia telah ikut serta dalam perdagangan bebas atau ACFTA. Untuk menghadapi hal tersebut,pemerintah juga mengadakan beberapa program untuk menunjang kebutuhan parapemilik UMKM. Hal tersebut bertujuan agar produksi dalam negeri mampu bersaing dengan produksi dari luar negeri. Program yang dilakukan pemerintah antara lain dengan memberikan pembekalan, penyuluhan, serta memberikan kredit sepertiyang telah disebutkan di depan. Kementerian Koperasi dan UKM meminta perbankan penyalur kredit usaha rakyat (KUR) merespons hingga tuntas setiap proses pengajuan permodalan yang disampaikan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

 

Secara terpisah, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa meminta keberpihakan atau political will dari pemerintah untuk mempermudah proses akses permodalan bagi pengusahaUMKM.. Keberpihakan tersebut terutama pada penurunan suku bunga KUR serta skema kredit lain yang dimiliki perbankan. Penurunan suku bunga kredit dinilainya akan menggairahkan pelaku sektor riil untuk lebih berkembang. Selain itu penerapan teknologi dan informasi dinilainya juga sangat penting dimasukkan dalam aktivitas KUMKM. Penerapan ilmu pengetahun dan teknologi(Iptek) bagi pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil menengah (KUMKM) juga perlu digenjot guna mendorong peningkatan daya saing dalam menghadapi perdaganganbebas Asean dengan China (ACFTA). Sebab, selama ini pelakunya mengambil keputusan peningkatan produksi tanpa menggunakan database. Melalui penerapan teknologi informasi, perkembangan dan peningkatan itu bisa dimonitoring perkembangan untuk mencapai tepat sasaran. Meski bantuan atas penerapan teknologi bagi sektor riil belum memadai, peningkatan tersebut bisa dilaksanakan secara bertahap. Apalagi dilakukan secara terintegrasi oleh beberapa kementerian terkait dengan KUMKM, maka optimalisasi pemakaian teknologi bisa lebih cepat direalisasi.Sementara itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan membawa isu peningkatan kapasitas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai isu global dalam Entrepreneurship Summit yang diprakarsai Presiden AS Barack Obama.”Forum ini penting untuk memperkuat jaringan global memberdayakan UMKM agar bisa naik kelas menjadi pengusaha besar,” kata Wakil Ketua Umum Kadin BidangUMKM dan Koperasi, Sandiaga S Uno.Entrepreneurship Summit dilaksanakan 2 hari, Senin dan Selasa (26-27 April) diWashington DC, Amerika Serikat. Acara tersebut dihadiri oleh lebih 250 peserta dari 60 negara. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama bisnis,menumbuhkembangkan kewirausahaan bidang sosial, dan pendidikan di negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim. Kerja sama tersebut dilakukan dengan kelompok civil society dan swasta.Kadin, ujar Sandiaga, akan mengambil posisi sentral dan berpihak agar usaha mikro terberdayakan dan UKM dapat menjadi bagian utama dalam strategi Indonesia Incorporated. Pemerintah akan memperjuangkan peningkatan kapasitas UKM dan akses kepada pembiayaan kredit mikro.Menurut dia, dengan menjadikan program pemberdayaan UMKM sebagai gerakanglobal, maka kekuatan pemberdayaan UMKM akan semakin besar. Selain itu, kerjasama antarnegara dan korporasi global juga menjadi semakin erat. Banyak Negara yang berhasil memberdayakan UMKM. Kita bisa belajar kepada negara yang sukses itu dan menjalin kerja sama. Tujuan lain dari gerakan tersebut adalah mendorong lahirnya pengusaha besar yang semula memulai usaha dari kecil dan menengah.

Demikian penulisan saya semoga bermanfaat.

 

Sumber: Dhiki Bagus Rianda dari Universitas Negeri Yogyakarta

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s